YAKIN SEHAT UNTUK JADI CALON TARUNA TRANSPORTASI PERHUBUNGAN?

YAKIN SEHAT UNTUK JADI CALON TARUNA

TRANSPORTASI PERHUBUNGAN?

 

       

Hai semua. Apa kabar? Tetap sehat di masa pandemi Covid-19 ini, kan? Masih disiplin jalankan protokol Covid-19? Harus ya. Wajib. Tetap pakai masker, sediakan selalu handsanitizer, hindari kerumunan, dan tetap jaga jarak. Ingat selalu tidak ada yang benar-benar aman dan bebas dari si mungil Corona ini.

Bulan juni ini, kembali Kementerian Perhubungan membuka pendaftaran untuk semua pemuda-pemudi Indonesia yang penuh semangat untuk bergabung menjadi Taruna Transportasi tahun ajaran 2020/ 2021. Sudah pada daftar belum? kalau belum, buruan klik link nya di: https://sipencatar.dephub.go.id ; https://dikdin.bkn.go.id ; https://poltekbangsby.ac.id.

Yuk gaes daftar, mumpung masih terbuka kesempatan untuk jadi Taruna Transportasi Kementerian Perhubungan.

Nah di kesempatan ini, kita bahas seputar persyaratan Kesehatan yang jadi tahapan Tes Masuk setelah SKD (Seleksi Kompetensi Dasar). Apa saja sih sayaratnya? Apa benar harus tidak berkacamata? Lalu tinggi badannya? Kalau gemuk, boleh tidak? Kalau kurus? Lalu boleh gak punya bekas tindik buat laki-laki? Bertato ? Gigi pakai kawat?. Duh, susah amat mau sekolah. Hehehe..nggak kok. Kita kupas satu persatu yaa….

TINGGI BADAN

Untuk tinggi badan, sudah ditentukan minimal 160 cm untuk laki-laki , dan 155 cm untuk perempuan ( kecuali untuk program studi D-III PPKP minimal 165 cm dan Program studi D-III OBU pria minimal 165 cm dan wanita minimal 160 cm).

Kalau kurang tinggi bagaimana? Hmm…sesuai dengan persyaratan, sebaiknya diikuti ya, gaes.

BERAT BADAN

Berat badan, kami pakai acuan BMI (Body Massa Index). Idealnya di rentang 18,5-25. Cara perhitungannya bagaimana? Ini dihitung dengan cara membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi badan dalam satuan meter kuadrat.

Misalnya nih TB 165 cm ( 1.65 m) dan BB 56 kg. Berapa BMI nya?

     BMI =          BB (kg)      =       56                      = 20,2 ( Normal)

                       TB (m)2             (1.65) 2

So, berapa BMI kalian?

TATO DAN BEKAS TINDIK

Untuk calon taruna tidak diperbolehkan memiliki tato dan bekas tato. Sedangkan untuk bekas tindik bagi pria, diperbolehkan dengan catatan untuk kepentingan adat dan dibuktikan dengan surat keterangan dari Ketua Adat setempat. Untuk yang perempuan tidak boleh memiliki bekas tintik lebih dari 1 di tiap telinga. Cek ricek ya ada berapa lubang tindik di telinga teman kalian?

RIWAYAT PENYAKIT DAN OPERASI

Nah untuk yang ini kalian harus benar-benar JUJUR ya. Karena keterangan kalian ini untuk kepentingan kalian sendiri loh. Jangan sampai ketidakjujuran kalian akan menjadi boomerang yang merugikan. Ketika nanti tim kesehatan melakukan wawancara, jawab dengan jujur tentang riwayat penyakit seperti : Penyakit apa saja yang pernah di derita?, Pernah dirawat di Rumah sakit? Riwayat pengobatan jangka panjang? Pernah patah tulang atau tidak,? Bila pernah, di bagian tubuh yang mana? Pernah melakukan operasi? Kapan dan dimana? Jenis operasi?.

Tidak usah takut karena ini akan berpengaruh penting untuk kalian selama menjalani pendidikan di asrama bila dinyatakan lulus sebagai Taruna.

PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN

Untuk penglihatan mata harus normal ya. Sebaiknya tidak memakai kacamata maupun kontak lensa. Lalu bila terlanjur mata minus bagaimana? Apalagi harus dengan bantuan kacamata lensa tebal? Sebaiknya LASIK dulu, gaes.

Karena nanti selama pendidikan, tidak diperbolehkan memakai kacamata maupun kontak lensa. Bisa dibayangkan betapa tidak nyaman dan sulitnya mengikuti pelajaran dengan mata dipicing-picingkan agar tulisan tampak jelas? Apalagi susah melihat dengan jelas tampang senior yang kece-kece. Hehehe…

Oya untuk mata yang tidak kalah penting, TIDAK BUTA WARNA. Baik buta warna parsial maupun total. Nanti akan dilakukan tes untuk menyatakan buta warna atau tidak.

Sedangkan pendengaran, dipastikan ya memiliki pendengaran normal yang akan diperiksa dengan AUDIOMETRI. Pastikan sebelum tes kesehatan, telinga sudah dibersihkan, sehingga memudahkan untuk kami melakukan pemeriksaan.

GIGI DAN MULUT

Gigi harus rapi ya, gaes. Gak asik kan kalau pas jadi taruna, senyum terus kelihatan deh ompongnya. Bila ada gigi berlubang, segera ditambal ya. Di bersihkan karang giginya. Ada gigi yang hilang atau ompong? Dikoreksi dulu ya ke dokter gigi. Kalau sedang menjalani perawatan gigi, pakai kawat gigi, jangan buru-buru dilepas dulu, gaes. Selama tes kesehatan, boleh kok tetap dipakai. Asal saat diterima jadi Taruna, kawat gigi harus dilepas. Nanti ada surat pernyataan yang harus kalian tandatangani terkait ini. Terus…bersihkan gigi dan mulut dulu ya sebelum tes. Biar makin PD nanti senyumin dokter giginya, gaes.

ANGGOTA GERAK TUBUH ,TANGAN DAN KAKI

Sudah pada tahu kan kalau nantinya kalian ini di asrama-kan? Di atur kegiatannya dari buka mata sampai tutup mata lagi. Kegiatan fisik ada? Baris berbaris rapi (nightmare nih buat yang gak hobi PBB)?. Tentu dong. Makanya kondisi badan harus fit. Buat yang pernah patah tulang dan masih menggunakan pen di tubuhnya, sebaiknya tunda dulu ya daftarnya. Pastikan dulu semua kembali normal, tidak ada keluhan maupun kelainan fungsi dari bagian yang pernah patah. Sekali lagi harus jujur. Karena pemeriksaan yang dilakukan meliputi semua bagian tubuh. Gak usah grogi. Kalau yakin SEHAT, santuuuyyy aja gaes.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Nah, selama tes selain dilakukan pemeriksaan fisik, juga dilakukan pemeriksaan laboratorium, foto Rontgen, Elektrokardiogram (EKG), Darah Lengkap dan Urine Lengkap. Ini semua untuk memastikan kalian benar-benar sehat. Bebas dari penyakit yang berbahaya. Paru dipastikan dengan pemriksaan Rotgen (Foto dada), Jantung dengan melakukan Rekam jantung (EKG), Pemeriksaan darah dan urine. Jadi pastikan kalian makan makanan bergizi, minum air putih minimal 8 gelas perhari, istirahat cukup, tidak stress sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan. Nggak perlu puasa sebelumnya ya, gaes. Sarapan dulu biar kuat menghadapi hidup (#eh).

PEMERIKSAAN MMPI

Mulai tahun ini, ada pemeriksaan tambahan untuk Tes Kesehatan. MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) adalah pemeriksaan psikologis yang bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kepribadian dan psikopatolog. Ada 567 pertanyaan benar atau salah. Tidak perlu belajar dulu ya. Cukup jawab saja pertanyaan nya dengan jujur. Hasil dari jawaban kalian inilah nanti yang akan diinterpretasi oleh psikiater atau dokter Spesialis Kesehatan Jiwa tentang Kesehatan Jiwa kalian.

That’s all, gaes. So, gimana? Sudah yakin sehat untuk jadi calon Taruna Transportasi Kementerian Perhubungan?. Siapkan dari sekarang ya, gaes. Kami tunggu di Politeknik Penerbangan Surabaya. Tetap Sehat. Tetap Semangat. Salam Sukses !

                                                                -dr. Niken Mira Ariestyawati-

                                                             KLINIK POLTEKBANG SURABAYA